Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Kementerian Pertanian Percepat Langkah Menuju Swasembada Gula Nasional

 

Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Kementerian Pertanian Percepat Langkah Menuju Swasembada Gula Nasional

 




Jakarta, 04/04/2026

Data dari Kementerian Pertanian per Februari 2026 (10/02/2026),  mencatat pencapaian positif produksi tebu dan gula nasional. Sepanjang tahun 2025 produksi gula Nasional berada dalam kondisi yang kuat untuk mencapai swasembada gula 2026. 

 

Baca Lebih Lengkap Di Informatika News Line

Lihat Link Lengkap Di Bawah Ini 

http://www.informatikanewsline.my.id/2026/04/produksi-gula-2025-capai-267-juta-ton.html

 

Hasil evaluasi akhir giling tahun 2025, menunjukkan produksi gula nasional berhasil mencapai jumlah 2,67 juta ton. Hasil produksi gula Nasional ini setara dengan 97,54 % dari target yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga Kementerian Pertanian. Hasil produksi ini juga menegaskan tumbuhnya tren peningkatan produksi gula dalam negeri.

Hal ini juga sejalan dengan peningkatan produksi tebu nasional yang pada tahun 2025 mencapai 39,07 juta ton, dengan produktivitas rata-rata 69,35 ton per hektare. Angka ini melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan produksi tebu akan terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula dan mengurangi ketergantungan impor. 

Menurut Mentan Amran, pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir pada industri gula Nasional. 

 


 

 

Berdasarkan Roadmap Swasembada Gula Nasional (Kepmenko Nomor 418/2023), pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027, sementara pada tahun 2025 yang lalu, produksi Gula telah mencapai jumlah 2,67 juta ton. Atau dengan kata lain jumlah ini masih kurang dari 0,8 juta ton lagi untuk mencapai angka swasembada produk gula Nasional.

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” kata Mentan Amran kepada pers pada awal Februari 2026 yang lalu.

Abdul Roni Angkat, yang ada saat itu menjabat sebagai Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, menjelaskan bahwa capaian produksi tebu 2025 didorong oleh berbagai program strategis, antara lain bongkar ratoon, penggunaan varietas tebu unggul, serta pendampingan teknis dalam kegiatan intensifikasi tebu kepada petani.

“Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani,” jelas Roni.

Roni juga menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong varietas tebu unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional untuk mewujudkan swasembada gula nasional. 

Dari sisi wilayah, Jawa Timur masih menjadi sentra utama produksi tebu nasional, diikuti Lampung dan Jawa Tengah. Selain itu, pengembangan kawasan tebu juga terus diperluas di sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari strategi ekstensifikasi.

Kementerian Pertanian juga memperkuat sistem perbenihan nasional guna memastikan ketersediaan varietas unggul, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi pabrik gula melalui program revitalisasi. Dukungan pembiayaan melalui KUR Khusus Tebu, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan petani menjadi bagian dari upaya terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Meski dihadapkan pada tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan efisiensi industri gula, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat peningkatan produksi gula nasional. 

Respons petani terhadap program pengembangan tebu pun dinilai positif karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan peluang peningkatan pendapatan.

Dengan capaian produksi gula dan tebu yang terus meningkat sepanjang 2025, Kementerian Pertanian berharap target swasembada gula nasional dapat dicapai sesuai road map yang telah ditetapkan. Pemerintah memastikan penguatan produksi dari hulu hingga hilir akan terus dilanjutkan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga gula dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani tebu dan ketahanan pangan nasional. 

Halik Husein Arhad, pemilik lahan 32 ribu hektar yang difokuskan untuk pengembangan lahan tebu nasional kepada Informatika Newsline menyatakan bahwa pihak swasta siap mendukung penigkatan produksi gula tahun 2027 untuk mencapai swasembada Tebu Nasional. 

"Sebanyak 32 ribu hektar lahan yang kita siapkan untuk lahan tebu di Indonesia timur akan mendukung program swasembada gula Nasional,"kata Halik Husein.   

Halik Husen juga menyoroti kebutuhan swasembada gula nasional yang dipenuhi dengan tanaman Industri Tebu ini juga akan dikembangkan untuk mendukung menghentikan program import BBM Nasional yang akan digantikan oleh BBM yang memanfaatkan industri tebu Nasional. 

"Jadi meskipun swasembada gula selesai dicapai di tahun 2027. Kebutuhan tebu ini akan diperluas untuk mencukupi kebutuhan BBM dengan bahan baku dari industri tebu. Dan ini jumlah kebutuhannya sangat besar dan diperkirakan volumenya akan terus bertambah dari tahun ke tahun. ..." kata Halik Husen. (VIJAY)  


Sumber : Kementerian Pertanian 

https://ditjenbun.pertanian.go.id/produksi-gula-2025-capai-267-juta-ton-kementan-percepat-langkah-menuju-swasembada/

Visqa Group

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar